Harnojoyo Dilantik Jadi Wali Kota Palembang Siang Ini

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 10 Sep 2015 08:32 WIB
pilkada
Harnojoyo Dilantik Jadi Wali Kota Palembang Siang Ini
Gubernur Sumsel Alex Noerdin (kiri) bersama Walikota Palembang Romi Herton, Wakil Walikota Palembang Harnojoyo dan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Saud Usman Nasution menikmati hidangan ngobeng di Masjid Agung Palembang, Selasa malam (31/12). ANTARA FOTO/Feny S

Metrotvnews.com, Palembang: Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Palembang Harnojoyo dijadwalkan dilantik menjadi wali kota oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin di Griya Agung, Kamis (10/9/2015), pukul 14.00 WIB. Kepastian ini diperoleh dari jadwal kerja Plt Wali Kota yang dirilis bagian humas Pemkot.

DPRD Palembang sempat mengadakan sidang paripurna terbuka pada 6 Agustus 2015 lalu. Mereka memutuskan memberhentikan Wali Kota Palembang Romi Herton terkait telah inkrahnya keputusan pengadilan atas tindakannya menyuap Akil Mochtar saat menjabat sebagai hakim Mahkamah Konstitusi.

DPRD menyurati Pemprov untuk segera meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuat keputusan atas jabatan wali kota ini, yakni dengan menunjuk Harnojoyo selaku pelaksana tugas untuk mengantikan Romi Herton. Lalu, hanya berselang beberapa hari Gubernur Sumsel meneruskan surat DPRD Palembang itu ke Kemendagri.

Pada Rabu 9 September kemarin, Pemprov menerima Surat Keputusan Mendagri terkait pelantikan Harnojoyo sebagai Wali Kota Palembang hingga masa jabatan berakhir pada 2018. Harnojoyo pun segera dilantik.

Harnojoyo merupakan pasangan Romi Herton dalam Pilkada Palembang bertanding melawan pasangan Sarimuda dan Nelly Rasdiana. KPU Kota Palembang telah menetapkan bawah pemenang pilkada yakni pasangan Sarimuda-Nelly yang unggul hanya delapan suara.

Pasangan Romi-Harno kemudian menggungat ke MK karena menilai terjadi penggelembungan suara. MK lalu memenangkan pasangan Romi-Harno dan dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota pada 21 Juli 2013.

Namun, pada 2 Oktober 2013, Ketua MK Akil Muchtar tertangkap tangan menerima suap pilkada terkait pilkada Lebak, Banten. Dari pengembangan terhadap Akil, Romi Herton turut terseret dalam kasus serupa karena terbukti menyuap senilai Rp19,5 miliar.

Kasus ini sempat menjadi polemik di masyarakat. Pasalnya, putusan MA nomor 04/KHS/2014 tanggal 3 Desember 2014 membatalkan Romi-Harno menjadi orang nomor satu di Palembang. (Antara)


(OGI)