Luhut: Kelompok Santoso Terpecah Jadi 3

Meilikhah    •    Selasa, 05 Apr 2016 12:19 WIB
terorisme
Luhut: Kelompok Santoso Terpecah Jadi 3
Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: MTVN/Desi Angriani

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menyebut kelompok teroris Santoso tak lagi solid. Jaringan teroris paling diburu itu kini terpecah jadi tiga kelompok.

"Mereka terpecah menjadi tiga kelompok. Kami masih mengejar," kata Luhut di Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Luhut tak menjelaskan lebih rinci terkait tiga faksi di kelompok Santoso. Dia hanya menegaskan perburuan kelompok Santoso bukan perkara mudah.

"Pengejaran Santoso tetap berjalan. Bergerilya itu bukan pekerjaan mudah, di mana di dunia ini bisa langsung tangkap. Lihat sejarahnya," kata Luhut.

Luhut tak sependapat dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Tito Karnavian yang menyebut perburuan Santoso tuntas dalam beberapa bulan. Menurut dia, perburuan semacam itu tetap butuh waktu dan tak jelas kapan bisa selesai.

"Tidak ada yang tahu berapa lama, kami ingin secepatnya dan saya tidak bilang akhir Mei. Saya berharap segera, bisa jadi mungkin Mei," jelasnya.

Kepala BNPT Tito Karnavian mengungkap kelompok Santoso sudah melemah akibat kehilangan banyak anggota. Ruang gerak kelompok itu juga terbatas.

"Di dua bulan terakhir ini, lebih dari 10 orang yang sudah tertangkap, baik dalam kondisi hidup dan meninggal saat kontak tembak," ujar Tito, dikutip Antara, Senin (4/4/2016).

Tito mengungkap, saat ini diketahui jumlah kelompok Santoso yang masih bertahan dan melarikan diri di hutan tersisa 29 dari semula 41 orang. Sedangkan untuk orang asing dari etnis Uyghur yang semula berjumlah enam orang, saat ini tersisa dua orang akibat empat orang di antaranya turut menjadi korban tewas saat terjadi kontak tembak.

Menurut dia, kekuatan 3.000 personel gabungan TNI dan Polri yang saat ini diterjunkan untuk memburu kelompok tersebut sudah cukup memadai dan sekarang masih operasi pembersihan di wilayah tersebut.

Santoso adalah pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok bersenjata ini dianggap sebagai teroris yang berafiliasi dengan banyak gerakan teroris lain di Indonesia. Kelompok yang bermarkas di pegunungan di Poso, Sulawesi Tengah, ini kerap disebut sebagai terduga pelaku beberapa tindakan teror di Sulawesi dan Pulau Jawa.

Polri dan TNI menggelar operasi khusus bersandi 'Camar Maleo' untuk memburu Santoso. Operasi pencarian makin digencarkan. Polri, tetap dibantu TNI, melancarkan operasi lain. Kali ini, bukan hanya mencari, aparat juga membina masyarakat yang tinggal di sekitaran wilayah operasi. Operasi ini dinamakan 'Operasi Tinombala 2016'.


(KRI)