Kaleidoskop 2016

Tren Diet Paling Digandrungi Tahun 2016

Yatin Suleha    •    Rabu, 28 Dec 2016 18:57 WIB
kaleidoskop rona
Tren Diet Paling Digandrungi Tahun 2016
Metode diet DASH, Paleo, Clean eating, dan Mediterranean adalah diet yang cukup terkenal sepanjang 2016 karena paling banyak dilakoni dan mudah untuk dilakukan. (Foto: Deniserenee)

Metrotvnews.com, Jakarta: Diantara banyaknya tren diet (totalnya 38 diet yang ada) yang terjadi di tahun 2016, seperti Full-Fat Dairy, Plant Protein, Probiotics, Vegan merupakan diet yang cukup terkenal sepanjang tahun 2016. Namun, dari sekian banyak diet yang ada, tiga jenis diet ini yang paling populer dilakukan oleh banyak wanita. 

Sebut saja, diet DASH, Paleo, Clean eating, dan Mediterranean. Empat diet ini sepanjang tahun 2016 merupakan diet yang paling banyak dilakoni karena lebih mudah untuk dilakukan. Berikut ulasannya:




1. Diet DASH
Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah diet yang didesain untuk mencegah atau mengobati hipertensi dengan mengurangi kandungan sodium dan memperbanyak konsumsi makanan nutrien pengurang tekanan darah tinggi, seperti mengonsumsi potasium, magnesium dan kalsium. 

Diet ini cukup mudah untuk diaplikasikan karena utamanya hanya merekomendasikan orang untuk makan beberapa pilihan buah saja, sayur-mayur, dan hanya mengandalkan protein dan sayuran. Diet ini juga menyarankan untuk tidak memakan daging merah, makanan tinggi kalori dan berlemak. Hal utama dalam diet DASH adalah mengurangi asupan garam.




2. Diet Paleo
Diet yang nama panjangnya adalah "The Paleolithic" ini adalah diet yang dilakukan dengan metode mengikuti pola makan zaman nenek moyang kita dulu (terutama manusia gua). Tentu saja tidak 100 persen harus sama dengan manusia gua zaman Paleolithic yang harus berburu dulu sebelum menyantap makanan.

Makanan yang ditemukan di alam adalah kunci utama dari diet ini, contohnya buah-buahan, sayuran, daging, seafood, dan kacang-kacangan. Menurut Loren Cordain, PhD, profesor kesehatan dan ilmu olahraga di Colorado State University dan penulis "The Paleo Diet" menerangkan bahwa dengan mengikuti petunjuk gizi ini, ia menjadikan makanan lebih sesuai dengan bentuk genetika kita yang sekarang. "Pada gilirannya ini punya pengaruh positif terhadap kesehatan manusia," ucap Cordain. 

Dan diet Paleo ini mengurangi masuknya glikemik ke dalam tubuh, dan punya rasio kesehatan dari asam lemak jenuh-tidak jenuh, memperbanyak vitamin, nutrien, dan mengandung protein yang seimbang, lemak juga karbohhidrat.




3. Clean Eating
Filosofi utama dari diet "Clean Eating" ini adalah mengonsumsi makanan sesuai dari bentuk yang alam berikan (artinya tidak memakan makanan berproses contohnya seperti sosis, nugget, dan makanan yang melalui proses terlebih dahulu).

Diet ini lebih cenderung kepada gaya hidup sehat, yang sejak ditemukan, diolah dan dimakan bentuknya tidak berubah. Lebih mengarah pada makanan organik, minum air putih minimal 2 liter dalam sehari, dan jika menemukan produk yang telah diolah (seperti biskuit dari gandum), hanya berisi satu atau dua bahan saja. 

Jika makanan berisi daftar panjang "bahan/ingredient" yang dibuat oleh manusia, ini tidak termasuk dalam diet Clean Eating. Selain itu, Clean Eating akan memilih asam lemak yang sehat (contohnya dengan menggunakan minyak zaitun, wijen, almond, atau kelapa murni).

Diane Quagliani, MBA, RDN, LDN, yang merupakan humas konsultan nutrisi yang bekerja pada industri supermarket mengatakan bahwa bahan gula buatan juga termasuk yang tidak dimakan oleh para pelaku diet Clean Eating ini.




3. Diet Mediterranean
Diet Mediterranean adalah pola makan yang dikonsumsi oleh orang Yunani dan Italia secara tradisional. Lebih memilih produk lokal, dan menyantap makan dalam suasana yang rileks dengan sahabat juga keluarga.

Tujuannya untuk menurunkan berat badan, dan mendapatkan jantung dan otak yang sehat. Hal positif lainnya juga menghindari kanker dan diabetes dengan melakukan diet ini.

Makanan yang disarankan adalah makanan yang rendah-karbohidrat dan tinggi-protein, segar, menggunakan asam lemak baik seperti minyak zaitun, sayur dan buah kaya serat dan protein, ikan, telur, roti gandum.

Selain itu juga menambah bumbu dan rempah-rempah, menyeruput espresso setelah makan untuk membantu pencernaan. Lain dengan orang di Utara Amerika, mereka lebih menyukai teh hijau-yang kaya antioksidan dengan kombinasi mint untuk alasan tertentu.


(TIN)