Syarat Mutlak Parpol Bisa Dipercaya Publik

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 22 Mar 2017 19:58 WIB
partai politik
Syarat Mutlak Parpol Bisa Dipercaya Publik
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono. Foto: Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Politik kerap menjadi bulan-bulanan masyarakat. Padahal partai politik menjadi salah satu pilar demokrasi  yang tidak bisa dihilangkan.

Lembaga Survei Indo Barometer menyatakan kepercayaan masyarakat kepada partai politik sangat rendah, cuma 35,3 persen per 4 hingga 14 Maret 2017.

Lebih rendah dari masyarakat yang mengatakan tidak percaya kepada partai politik di angka 48,8 persen. Sementara itu publik yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 15,9 persen.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyadari tingginya ketidakpercayaan publik terhadap partai politik. Hal itu disebabkan berbagai kelemahan yang nyaris tidak pernah ada obatnya.

"Katakanlah dalam masalah kemampuan keuangan. Sekarang ini, partai politik di Indonesia sangat bergantung pada pimpinan partai politik," kata Agung di sela-sela peluncuran Survei Indo Barometer, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu 22 Maret 2017.

Partai politik dapat menjadi lembaga yang dipercaya publik jika model pendanaannya diubah secara drastis. Agung mendesak negara mengalokasikan anggaran khusus untuk partai politik.

"Partai juga bagian penting untuk pembangunan negeri ini," ucap dia.

Kata Agung, partai siap menerima anggaran khusus dan layak dari negara. Tetapi tentu besarannya berdasarkan kemampuan negara.

Agung menilai ada perlakuan tak sehat bagi iklim politik ketika partai tak dibenahi secara pendanaan. Agung mengatakan di negara maju, anggaran partai dibebankan kepada negara bukan kepada pengurus masing-masing.

"Tinggal partai itu harus mampu akuntabel, harus transparan, tidak dimasukkan ke kantong sendiri, dan kalau perlu kekayaan pengurus harus dilihat," beber dia.

Tidak hanya itu, Agung menilai terdapat sistem pengusungan kader dalam pemilu acap salah kaprah. Siapa yang berani bayar ke partai melenggang sebagai kepala daerah atau wakil rakyat. Kader yang dikembangkan partai justru terabaikan.

"Sekarang ini ada pameo. Lain yang dikaderkan, lain yang jadi," ujar Agung.

Agung menjelaskan peran partai politik akan sangat tampak ketika mampu memastikan kadernya untuk menjadi pemimpin. Bukan seseorang yang dikarenakan kelebihannya saja tanpa mengikuti perkaderan, yang tiba-tiba terpilih.

"Harus by design dia bisa jadi tokoh ke depan, bukan by accident. Di sinilah peran partai politik sehingga tingkat kepercayaannya meningkat," tandas Agung.


(SUR)

IDI: Pemeriksaan Kesehatan Setnov Sudah Sesuai Kaidah Kedokteran

IDI: Pemeriksaan Kesehatan Setnov Sudah Sesuai Kaidah Kedokteran

45 minutes Ago

IDI menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan Setya Novanto untuk second opinion berdasarkan kaid…

BERITA LAINNYA