Menteri Agama Ajak Walubi Jaga Kebhinekaan

Fauzan Hilal    •    Sabtu, 15 Apr 2017 14:00 WIB
rupang buddha
Menteri Agama Ajak Walubi Jaga Kebhinekaan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com,Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meminta Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) ikut menjaga Kebhinekaan. Sebagai rumah besar umat Buddha yang menaungi banyak mahzab dan aliran umatnya, Walubi diyakini mampu menjaga kesatuan Indonesia bersama umat lain.
 
"Walubi harus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kebhinekaan di negeri ini. Ajaran Buddha penting diaplikasikan untuk memupuk persatuan, saya berharap Walubi dan umat Buddha membangun bangsa dengan saling menghargai," kata Lukman saat membuka Pasamuan Agung Ketiga Walubi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu 15 April 2017.
 
Lukman mengatakan, Walubi bisa jadi mitra strategis pemerintah mendukung pembangunan sekaligus membina kebhinekaan.
 
"Saya ikut merasakan semangat umat Buddha bertumbuh baik, bisa dilihat dari ibadah yang jumlahnya bertambah dan ramai. Tempat ibadah tidak hanya untuk beribadah tetapi untuk berbagai kegiatan sosial yang membantu seluruh masyarakat lintas agama," tegasnya.
 
Lukman berharap para pemuka agama Buddha menyebarkan pemahaman bahwa agama untuk memanusiakan manusia. Sekaligus menyebarkan perilaku toleran karena beragama tidak untuk mencari perbedaan tapi persamaan.
 
"Pada dasarnya tiap agama itu memberikan solusi untuk keadilan, berperilaku di tempat umum, dan menentang perilaku menyimpang," ujarnya.
 
Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya mengatakan, ada 13 aliran yang berada di bawah naungan Walubi. Menurutnya, Walubi telah dan sedang membawa misi untuk memahami, menghayati, mengamalkan Buddha Dharma.
 
"Sehingga akan menciptakan kesejukan dan kesejahteraan, keberuntungan dan kemajuan lahir batin khususnya menjadi manusia yang pantang berbuat jahat akibat pengaruh pandangan bodoh dari Sang Aku yang menjadi sumber derita sepanjang masa," ujar Hartati.
 
Hartati mengatakan, Pasamuan Agung akan menetapkan program kerja dalam kurun lima waktu kedepan. Program kerja ini bertujuan meningkatkan disiplin demi menciptakan kemajuan dan keterampilan umat Buddha termasuk memelihara Buddha Dharma yang diajarkan sang Budha dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Hartati.
 
Menurutnya program kerja walubi dan Buddha Dharma dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan. Penuh cinta kasih dan hidup rukun sesama umat Buddha dan dengan umat beragama lain serta dengan pemerintah.
 
"Dengan prinsip dasar walubi adalah non intervensi sesama anggota, tidak berkonflik dan saling mencela, tidak saling memojokan, tidak adu kekuatan, sebaliknya harus saling menghormati, saling belajar, saling mengisi, saling berkonsentrasi pada pembinaan umat," jelasnya.
 
"Dalam beragama Walubi memegang tegug kitab suci Tripitaka sesuai dengan mahzab dan aliran masing-masing. Dalam bernegara walubi berpegang teguh pada landasan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI," kata Hartati.
 
Sebagai informasi, Walubi sebagai induk organisasi umat Buddha Indonesia menyelenggarakan Pasamuan Agung Ke-3. Acara dihadiri dewan sangha dan lebih seribu orang terdiri para rohaniawan dari berbagai majelis ummat Buddha serta para pengurus organisasi ummat Buddha dari seluruh Indonesia.
 
Pasamuan Agung atau Musyawarah Nasional (Munas) tersebut membahas kepemimpinan umat Buddha Indonesia dan program-program kerja selama 5 tahun ke depan. Walubi adalah induk organisasi ummat Buddha Indonesia yang menjadi tempat bernanung atau presidium dari 13 majelis agama Buddha Indonesia serta berbagai Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI).
 


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA