BNPB Tetapkan 26 April Hari Kesiapsiagaan Bencana

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 26 Apr 2017 13:15 WIB
bnpbsimulasi bencana
BNPB Tetapkan 26 April Hari Kesiapsiagaan Bencana
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei (tengah)--Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, sebagian besar daerah di Indonesia rawan bencana. Masyarakat diminta melatih kesiapsiagaan bencana setiap 26 April, serentak se-Indonesia.

"Sasarannya terbangun kesadaran, terbangunnya naluri untuk selamat," kata Willem di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu 26 April 2017.

Indonesia adalah negara yang sangat rawan terhadap bencana. Jutaan penduduk tinggal di daerah rawan bencana dan dampak bencana sudah kita rasakan. "Semakin tahun semakin meningkat," imbuhnya.

BNPB mencatat potensi jiwa terpapar multiancaman kategori sedang hingga tinggi tersebar di 34 provinsi dan mencapai 254.154.398 jiwa. Selama tahun 2016 saja, terdapat 2.342 kejadian bencana.

Baca: Kepala BNPB Menyoroti Kemampuan Alarm Bencana

Sebanyak 92 persen terdiri dari bencana banjir, longsor dan puting beliung. Arah dan tren bencana global diyakini semakin meningkat. Faktornya adalah jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan dan pengaruh perubahan iklim global.

"Dampak bencana bukan saja berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga mengganggu pertumbuhan ekonomi kita dan masalah kelestarian lingkungan," ujar dia.

Dengan demikian, Willem mendesak sejumlah pihak dapat turut menyadari dampak bencana dan segera bersikap. Yaitu dengan melakukan berbagai upaya pengurangan risiko sejak dini.

"Oleh karena itu kemitraan strategis antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi sangat penting," ucap dia.

Willem mengatakan pemerintah telah banyak berinvestasi dalam pengurangan risiko. Willem sangat berharap peran masyarakat agar dampaknya dapat dikurangi signifikan.

Pengurangan risiko harus dilakukan dari hulu dan hilir. Karena ancaman bencana datang, tidak pernah memilih daerah dan orang.

Willem meminta masyarakat Indonesia harus belajar dari Jepang. Bahwa 95 persen masyarakatnya selamat dari bencana. Itu lantaran individunya sadar daerahnya rawan bencana dan terlatih untuk selamat.

Willem menambahkan pemilihan hari kesiapsiagaan bencana setiap 26 April berdasarkan lahirnya UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Hari kesiapsiagaan ini akan berlaku efektif mulai tahun 2018.

Sebelumnya, pada hari penetapan ini, BNPB menggelar simulasi bencana. BNPB juga meluncurkan Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), Indonesia All Warning, Analysis and Risk Evalution (InAWARE) dan Indonesian Scenarip Assessment for Emergencies (InaSAFE).


(YDH)