KPU: Sistem Terbuka Terbatas Sedikit Ribet

Nur Azizah    •    Jumat, 09 Jun 2017 04:33 WIB
pemilu
KPU: Sistem Terbuka Terbatas Sedikit Ribet
Arief Budiman saat uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman tak keberatan dengan rencana sistem pemilu terbuka terbatas. Namun, ia mengaku sistem tersebut tidaklah mudah.

Secara teknis, sistem pemilu tertutup menjadi sistem paling mudah. Sedangkan sistem terbuka  dinilai paling akuntabel. “Karena mereka bisa mencari kandidat yang paling resentatif. Yang paling dekat dengan konstituennya,” kata Arief dalam program Primetime News Metro TV, Jakarta, Rabu, 8 Juni 2017

Sementara sistem terbuka terbatas akan menjadi pekerjaan rumah yang harus cepat diselesaikan KPU. Arief mengaku masih mencari tahu mekanisme penetapan ambang batasnya.

“Itu kalau terbatas gimana? Kita mau tahu angka threshold-nya seperti apa supaya bisa melatih petugas  di bawah. Dapat berapa kursi. Ya, itu agak ribet sih,” ujar Arief.

Namun, baik sistem tertutup, terbuka, maupun terbuka terbatas tidak akan menyulitkan masyarakat. “Secara teknis sih sama saja kalau untuk pemilih,” ungkapnya.

Sementara itu, rapat pansus Rancangan Undang-undang Pemilu menemukan jalan buntu atau deadlock. Rapat yang seharusnya selesai malam tadi harus ditunda hingga selasa pekan depan.

Ada lima isu krusial yang belum dibahas. Lima isu adalah Presidential threshold, parlimentary treshold, district magnitude, metode konversi suara, dan sistem pemilu.

 


(Des)

Selamatkan Partai, Novanto Diminta Tempuh Praperadilan

Selamatkan Partai, Novanto Diminta Tempuh Praperadilan

2 hours Ago

Status tersangka Novanto dinilai akan memengaruhi partai dalam kontestasi politik yang akan dat…

BERITA LAINNYA