KontraS: Intoleransi Meningkat Sejak Pilkada 2017

Faisal Abdalla    •    Kamis, 15 Jun 2017 16:20 WIB
kekerasanpilkada serentak
KontraS: Intoleransi Meningkat Sejak Pilkada 2017
Ilustrasi kekerasan. Foto: Antara.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkapkan adanya peningkatan aksi intoleransi sejak pilkada serentak 2017. Teror-teror bermunculan. 

"Bedasarkan hasil pemantauan KontraS, sedikitnya 60 peristiwa penyebaran teror dan ketakutan di berbagai daerah terjadi selama masa kampanye hingga usai masa pilkada serentak 2017," ujar Koordinator KontraS Yati Andriyani, Kamis 15 Juni 2017. 

Yati mencatat peristiwa ini sejak kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mencuat. Pascakasus itu, 11 peristiwa pelarangan ibadah kelompok minoritas hingga perusakan rumah ibadah terjadi, yang hampir semuanya dilakukan ormas-ormas intoleran. 

Menurut dia, motif paling banyak yang melatarbelakangi peristiwa-peristiwa tersebut adalah karena alasan agama dan politik. "KontraS mencatat sebanyak 46 peristiwa bermotif agama, dan 16 lainnya terkait politik," ungkap Yati. 

Baca: Kapolda: Persekusi Sudah Terjadi di Yogyakarta

Motif agama, lanjut Yati, digunakan oleh individu maupun ormas tertentu untuk melakukan upaya persekusi. Yati pun meminta aparat penegak hukum konsisten dalam menindak pelaku persekusi maupun diskriminatif.

"Upaya responsif aparat jangan sampai hanya bersifat musiman atau tergantung mood, selera politik saja. Tapi, harus terus konsisten," tekan Yati.


(OGI)

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

KPK Kantongi Bukti Baru Kasus Novanto

21 minutes Ago

KPK menyatakan telah mengantongi bukti baru dari tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto.

BERITA LAINNYA