Kasus Mi Mengandung Babi Diduga Melanggar Tiga UU

Anindya Legia Putri    •    Senin, 19 Jun 2017 21:51 WIB
berita dpd
Kasus Mi Mengandung Babi Diduga Melanggar Tiga UU
Petugas BPOM memeriksa mi yang diduga mengandung babi (Foto:Antara/Muhammad Arif Pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris geram atas peredaran mi instan mengandung babi yang tidak mencantumkan peringatan 'mengandung babi' pada kemasan. Menurutnya, hal tersebut jelas melanggar ketentuan Pasal 8 UU tentang Perlindungan Konsumen dan UU tentang Pangan.

Merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, disebutkan bahwa para pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelanggaran atas ketentuan tersebut diancam pidana dengan hukuman penjara paling lama lima tahun, atau denda paling banyak dua miliar rupiah.

"Selain itu, berdasarkan UU Pangan,  setiap orang yang mengimpor pangan untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada kemasan produk yang bertujuan untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada masyarakat tentang setiap produk tersebut sebelum membelinya. Sementara, babi dalam UU Jaminan Produk Halal termasuk bahan yang berasal dari hewan yang diharamkan," kata Fahira, melalui keterangan tertulis, Senin (19/6/2017).

Dengan demikian, produk tersebut tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh UU tentang Pangan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Jaminan Produk Halal. Sehingga, kata Fahira, sanksinya tidak cukup hanya dengan sanksi administrasi berupa denda, penghentian dan penarikan dari peredaran, ganti rugi, atau pencabutan izin saja.

"Saya berharap BPOM dan kepolisian berkoordinasi mengusut pelanggaran hukum tersebut. Kepada konsumen, saya juga meminta untuk lebih teliti. Jika ragu melihat kehalalan sebuah produk, lebih baik tidak usah dibeli," ucapnya, mengingatkan.
 
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap beberapa produk mi instan asal Korea. Dari beberapa produk yang telah dilakukan pengujian terhadap parameter DNA spesifik babi, empat produk menunjukkan positif terdeteksi mengandung DNA babi namun tidak mencantumkan peringatan 'mengandung babi.'

Tersebut terhitung sejak Kamis, 15 Juni 2017, BPOM memerintahkan para importir untuk melakukan penarikan produk tersebut dari peredaran karena tidak mencantumkan peringatan 'mengandung babi' pada kemasan.


(ROS)

Setya Novanto Terancam Pidana Berat

Setya Novanto Terancam Pidana Berat

40 minutes Ago

Terdakwa kasus korupsi ktp-el Setya Novanto terancam pidana berat. Dalam surat dakwaan yang dib…

BERITA LAINNYA