KPK Telisik Kebenaran Sakit Novanto

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 11 Sep 2017 18:33 WIB
korupsi e-ktp
KPK Telisik Kebenaran Sakit Novanto
Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati--Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengecek kebenaran surat keterangan dokter milik Ketua DPR RI Setya Novanto. KPK akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memastikan penyakit yang diderita Novanto.

"Komisi Pemberantasan Korupsi punya perjanjian MoU dengan dokter Indonesia, cek keterangan penyakit yang bersangkutan," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Baca: Novanto Batal Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK

Yuyuk belum bisa memastikan apakah penyidik bakal mengagendakan pemanggilan ulang terhadap Novanto dalam waktu dekat. "Penyidik akan cek ulang apakah yang akan nanti dipanggil ulang jadwal kembali atau ada langkah lain yang dilakukan penyidik," ujarnya.

Selain meminta pendapat dari pihak lain atau 'second opinion', Yuyuk tak menampik pihaknya akan memengecek ke rumah sakit tempat Novanto dirawat. Itu dilakukan untuk memastikan apakah Novanto benar-benar sakit atau hanya ingin menghindar dari pemeriksaan. "Penyidik akan melakukan langkah diperlukan sah secara hukum, termasuk pengecekan," ucap Yuyuk.

Baca: Novanto Kemungkinan Absen di Sidang Praperadilan Besok

Setya Novanto hari ini batal datang ke KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau KTP-el. Ketua Umum Partai Golkar ini batal memenuhi panggilan penyidik KPK karena sakit.

Dalam kasus ini, Novanto dan pengusaha Andi Narogong diduga mengatur proyek KTP-el senilai Rp5,9 triliun mulai penganggaran, pengerjaan hingga pengadaan kartu tanda penduduk elektronik. Selain itu, dalam surat dakwaan Andi Narogong, Novanto juga disebut telah mengeruk keuntungan sebesar Rp574,2 miliar dari proyek tersebut.

Tak terima dengan penetapan status tersangka itu, Novanto mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang perdana praperadilan bakal digelar Selasa 12 September 2017.


(YDH)