Alasan Polisi Menetapkan Bos Asuransi Allianz Tersangka

Media Indonesia    •    Kamis, 28 Sep 2017 08:27 WIB
penipuanasuransi jiwa
Alasan Polisi Menetapkan Bos Asuransi Allianz Tersangka
Kuasa hukum korban penipuan Allianz Life, Alvin Lim, di Markas Polda Metro Jaya. Foto: Metrotvnews.com/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia Joachim Wesling dan Manajer Klaim Yuliana Firmansyah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya. Keduanya diduga melanggar Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Betul, keduanya sudah jadi tersangka," tutur Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya AKB Ahmad Yusen, kemarin.

Mereka diduga tidak membayarkan kewajiban klaim kesehatan dengan alasan klaim di luar perjanjian polis. Dia memaparkan, seorang klien melapor ke polisi karena merasa dipersulit saat meminta klaim biaya rawat inap perawatan rumah sakit sejak November 2016 hingga Maret 2017.

Pihak asuransi menolak klaim itu dengan cara mengajukan sejumlah syarat. "Syarat tidak dapat dipenuhi karena di luar kemampuan korban," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Allianz berkeras meminta dokumen rekam medis lengkap klien itu sebagai syarat untuk mencairkan atau klaim.

Padahal, rumah sakit tidak pernah memperkenankan catatan medis lengkap keluar karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis. Klien pun mengeluarkan biaya rumah sakit senilai Rp19 miliar.

"Asuransi ini justru meminta rekam medis yang seharusnya dirahasiakan. Korban merasa ditipu karena tidak sesuai dengan janji di awal," kata Argo.

Merasa ditipu

Kuasa hukum pihak pelapor, Alvin Lim, mengatakan kliennya yang bernama Ifranius Algadri melaporkan bos Allianz karena merasa telah ditipu dalam proses pencairan klaim.

"Perusahaan Allianz menggunakan modus tipu daya untuk menolak klaim nasabah secara halus, tapi melanggar hukum. Dalam waktu dua minggu tanpa adanya surat lengkap rekam medis, klaim ditolak," kata Alvin di Kantor Polda Metro Jaya, Selasa 26 September.

Dia menduga Allianz telah menipu sejumlah nasabah dengan proses klaim yang tidak mungkin bisa dipenuhi nasabah.

Baca: Presiden Direktur Allianz Life Jadi Tersangka

Setelah menerima Laporan Polisi Nomor LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 tentang dugaan tindak pidana di bidang perlindung-an konsumen dan Laporan Polisi Nomor LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit Reskrimsus tanggal 18 April 2017, polisi kemudian menyidik perkara itu sejak 8 Mei 2017.

Setelah pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli, penyidik pun menetapkan Joachim dan Yuliana sebagai tersangka.

Tanggapan Allianz

Manajeman Allianz dalam pernyataan resminya menegaskan akan menyerahkan proses hukum tersebut kepada aparat kepolisian. "Kami memercayakan semuanya kepada proses hukum dan kami memperhatikan kasus ini secara serius."

Manajemen juga menyatakan Allianz senantiasa menghormati hak para nasabahnya, terutama terkait dengan manfaat klaim. "Kami selalu bertindak sesuai dengan ketentuan di dalam polis dan seturut hukum dan peraturan yang berlaku."

Allianz menyatakan seluruh permohonan dan keberatan dari nasabah juga diperlakukan sesuai dengan hal tersebut. "Allianz mengetahui perihal keberatan salah satu nasabah kami, namun saat ini belum dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait proses yang sedang berjalan.”




(UWA)