Berkunjung ke 'Jantung' Universitas 17 Agustus 1946 Surabaya

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 11 Oct 2017 20:21 WIB
pendidikanbeasiswabeasiswa osc
Berkunjung ke 'Jantung' Universitas 17 Agustus 1946 Surabaya
Suasana perpustakaan di Universitas 17 Agustus 1945, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Perpustakaan menjadi wadah untuk melihat dunia. Lantaran itu, Universitas 17 Agustus 1945 mengandalkan perpustakaan untuk membuka wawasan mahasiswanya.

Perpustakaan Merah Putih. Itulah jargon yang diusung Universitas 17 Agustus 1945. Di Surabaya, Jawa Timur, kampus bermarkas di Jalan Semolowaru Nomor 45, Menur Pumpungan, Sukolilo.

Perpustakaan menempati Gedung Wiyata. Luas bangunan mencapai lebih 2.325 meter persegi.

Sebagai Kepala Perpustakaan, Bambang Agustono berbangga hati. Pada 24 Juli lalu, perpustakaan itu mendapat akreditasi A dari Lembaga Perpustakaan-Perpustakaan Nasional RI. 

"Kami sangat bangga sekali menerima penghargaan yang pertama kali didapat kampus kami," kata Bambang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 11 Oktober 2017.

Bambang mengaku membutuhkan waktu sebulan untuk menyiapkan segala prosedur agar mendapat akreditasi itu. Ia harus memenuhi 9 standarisasi.

"Yaitu layanan, kerjasama, koleksi, pengorganisasian materi perpustakaan, SDM, Sarana Prasarana, manajemen dan perawatan koleksi," jelas Bambang.

Hasilnya tak sia-sia. Target tercapai.

Perpustakaan, ujar Bambang, merupakan pusat yang sangat baik untuk mahasiswa memperluas pengetahuan. Perpustakaan adalah jantung perguruan tinggi.

"Jadi, kenapa kita fokus sekali untuk mengembangkan perpustakaan berkualitas, tak lain untuk masa depan bangsa menjadi lebih baik lagi," jelasnya.

Lantas, Bagaimana minat baca  mahasiswa?, Menurutnya minat baca mahasiswa di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sangat tinggi. Perpustakaan dibuka sejak pukul 08.00 Wib hingga 21.00 Wib. Per hari, kunjungan bagi mahasiswa dan dosen bisa mencapai 70- an orang.

"Bahkan, ada yang meminta (mahasiswi) agar perpustakaan ini dibuka sampai jam 22.00 Wib. Kami buka dari Senin hingga Sabtu. Sesuai aturan Perpustakaan Nasional, dalam seminggu kita sudah memenuhi batas standarisasi yakni sekitar 72 Jam," ungkapnya.

Standar Pelayanan

Untuk menarik minat baca mahasiswa, juga dibutuhkan berbagai fasilitas. Dari sekian standarisasi yang diajukan untuk akreditasi, layanan perpustakaan merah putih terbilang menonjol.

Pertama, perpustakaan dilengkapi dengan pintu keluar masuk dengan system' barcode. Bagi mahasiswa/i cukup menempelkan Kartu Tanda Mahasiswa di area pintu keluar/masuk. Dilantai 1 ini juga dilengkapi dengan sirkulasi, loker, area WiFi dengan konsep lesehan, small discussion, fasilitas peminjaman laptop/chromebook, koleksi Jurnal, procedding, penelitian, majalah, tabloid, surat kabar dan fotocopy.

Sementara, dilantai dua difungsikan sebagai ruang koleksi buku umum, referensi, karya tugas akhir, area baca, dan bahkan di lantai dua ini juga tersedia layanan referensi yang dikhususkan untuk menyimpan koleksi Tugas Akhir Mahasiswa.  


(RRN)