Direktur BUMD Sumenep Ditahan Kejati Jatim

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 13 Oct 2017 20:45 WIB
korupsi
Direktur BUMD Sumenep Ditahan Kejati Jatim
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Surabaya: Kejaksaan Tinggi Jawa Timur resmi menahan mantan Direktur Pemasaran PT. Wira Usaha Sumekar (WUS), Sitrul Arsyih Musaie. Pejabat BUMD Sumenep ini tersangkut kasus dugaan korupsi penyimpangan dana participacing interest (PI) dengan dugaan kerugian negara Rp3,9 miliar.

"Hari ini langsung kami lakukan penahanan," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung, saat dikonfirmasi Jumat 13 Oktober 2017.
 
Penahanan dilakukan setelah penyidik Kejati Jatim mengantongi alat bukti yang cukup dalam kasus. Dia diduga menerima fee sebesar 10 persen dari hasil pengelolaan migas PT. Santos Madura Offshore selaku kontraktor kontrak kerjasama (K3S) di Sumenep.

Sitrul langsung digelandang Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng Surabaya usai diperiksa.

Berdasarkan hasil audit BPK, dana yang dikelola PT Wus dari PT. Santos bernilai USD773,7 ribu. Sebagian dana digunakan oleh Sitrul secara pribadi dan tidak bisa dipertanggungjawabkan sebesar Rp3,9 miliar.

Fee diduga dipakai untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta. "Karena secara pribadi, yang bersangkutan membuka rekening mandiri untuk menampung fee tanpa sepengetahuan pemerintah setempat," tandasnya.

Sitrul menjabat sebagai Direktur Utama PT WUS sejak 2011-2015. PT WUS merupakan salah satu perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang mengelola perbengkelan, SPBU dan migas.


(SUR)