Perusahaan Diimbau Edukasi Penambang Emas Tradisional

   •    Jumat, 22 Dec 2017 00:23 WIB
tambang emas
Perusahaan Diimbau Edukasi Penambang Emas Tradisional
Ilustrasi. Foto: MI/Dede Susianti

Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengimbau perusahaan mengedukasi para penambang emas tradisional untuk menjaga kelestarian lingkungan. Imbauan ini disampaikan berkaitan dengan keberlangsungan bisnis tambang di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah.

"Kami minta korporasi menyosialisasikan dan menggandeng penambang rakyat," kata Satya seperti dilansir Antara, Kamis, 21 Desember 2017.

Satya mengaku telah mendapatkan penjelasan dari pemerintah daerah setempat mengenai pertambangan emas di Poboya sehingga perusahaan harus menyosialisasikan pengurangan bahan merkuri untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Satya menekankan perusahaan juga harus memperkenalkan secara maksimal penggunaan sianida kepada masyarakat yang melakukan aktivitas pertambangan.

Berdasarkan hasil kajian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT Citra Palu Minerals (CPM) merupakan salah satu perusahaan tambang emas yang menggunakan sianida dengan teknologi memperhatikan lingkungan.

Supervisor Corporate Social Responsibility (CSR) PT CPM Sarifudin Nadjun menuturkan pihaknya telah menyampaikan draf dokumen rencana induk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah.

Pemaparan itu, menurut Sarifudin, guna memenuhi syarat dalam Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah No 660/576/ILH/DPMPTSP/2017 tentang Izin Lingkungan Hidup Rencana Kegiatan Penambangan dan Pengolahan Emas di Blok I Poboya, Sulawesi Tengah. Serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Sarifudin menambahkan terdapat lima pilar dari PPM, yakni kesehatan dan pendidikan, kemandirian ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, infrastruktur, serta kelembagaan komunitas masyarakat.

Direktur Eksekutif Celebes Resarch Danel Yoqie Lasimpo menyebut PT CPM telah memperlolah IUP dengan rentang waktu 20 tahun sejak diterbitkannya kontrak karya PT CMP pada 1997.





(UWA)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA