Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong 79 Pengusaha ke Taipei

   •    Jumat, 23 Mar 2018 14:11 WIB
kementerian perdagangan
Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong 79 Pengusaha ke Taipei
Ilustrasi. (Foto: Antara/Andreas).

Taipei: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyertakan 79 pelaku usaha Indonesia dalam rangkaian kegiatan Indonesia Week 2018 di Taipei, Taiwan untuk menggencarkan misi dagang di berbagai kawasan.

"Kami membawa 79 pelaku usaha yang akan dipertemukan dengan 144 pelaku usaha Taiwan dalam kegiatan business matching di Indonesia Week 2018," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda, di Taipei, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 23 Maret 2018.

Rangkaian kegiatan Indonesia Week 2018 ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan bersama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Arlinda menjelaskan bahwa para pelaku usaha yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor yang menjanjikan, yaitu fesyen dan aksesori, alas kaki, makanan dan minuman, kertas, industri properti, tekstil, kopi, teh, produk kelapa sawit, biodiesel, agen perjalanan, dan pekerja terampil.

Arlinda mengatakan pihaknya berharap para pelaku usaha dari kedua belah pihak dapat menggunakan kesempatan dalam Indonesia Week 2018 untuk menjalin hubungan dan berdiskusi lebih detail mengenai produk dan jasa yang diminati.

Lebih lanjut Arlinda mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan beberapa target pasar untuk ekspor pekerja terampil yang salah satunya adalah Taiwan. Taiwan merupakan salah satu kawasan yang dituju untuk mengirimkan pekerja migran formal/profesional Indonesia.

"Untuk mewujudkan target ini, kami membawa serta para perwakilan dari Badan Penempatan dan Perlindungan Buruh Migran Indonesia (BNP2TKI), Asosiasi Penempatan Migran Indonesia (ASPATAKI), dan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI)," kata Arlinda.

Sementara di sektor pariwisata, upaya promosi wisata Indonesia di Taiwan dilaksanakan melalui program misi penjualan, partisipasi pada pameran wisata internasional, peran aktif mahasiswa Indonesia melalui berbagai pertunjukan budaya, serta didukung dengan adanya layanan bebas visa ke Indonesia.

Arlinda kemudian menjelaskan total perdagangan antara Indonesia dengan Taiwan meningkat sebesar 14,21 persen dari 2016 ke 2017. Indonesia mengalami surplus terhadap Taiwan 2017 sebesar USD960 juta dari total perdagangan USD7,5 miliar.

Adapun produk ekspor nonmigas terbesar Indonesia ke Taiwan antara lain adalah batu bara, timah, tripleks, tembaga, karet, produk kertas, serta sotong, dan cumi-cumi.


(AHL)