Dua Penghambat Kemajuan Startup

Citra Larasati    •    Jumat, 04 May 2018 20:08 WIB
Pendidikan Tinggi
Dua Penghambat Kemajuan <i>Startup</I>
Prasetiya Mulya meluncurkan program Magister Manajemen New Ventures Innovation (NVI).

Jakarta:  Pengembangan usaha rintisan atau akrab disebut startup di Indonesia menghadapi dua persoalan serius yang kerap menghambat kemajuan. Persoalan pertama, permodalan. Yang kedua, sumber daya manusia (SDM).  

"SDM belum dibekali pengetahuan keterampilan dan pengalaman dalam mengelola kompleksitas pertumbuhan bisnis yang cepat," kata Dean School of Business and Economics Prasetiya Mulya University, Agus Soehadi, di Kampus Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018.

Menurut Agus, layaknya cendawan di musim hujan, jumlah perusahaan rintisan makin marak. Baik yang bergerak dalam bidang teknologi maupun industri lain. "Perkembangan teknologi digital mendorong penciptaan suatu ekosistem usaha yang baru ini," jelasnya.

Tapi, tantangan industri ini juga bertambah besar. Startup yang mampu bertahan selama ini adalah mereka yang punya konsep bisnis baik, SDM handal dan permodalan kuat.

Latar belakang itu juga yang mendorong Universitas Prasetiya Mulya meluncurkan program Magister Manajemen New Ventures Innovation (NVI). Menurut Agus, program ini diluncurkan untuk mendorong perkembangan entrepreneurship, khususnya perusahaan startup di Indonesia.

Pada dasarnya startup merupakan sebuah institusi bisnis yang mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa yang ada saat ini. Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari menjelaskan, mengembangkan bisnis startup tidak cukup hanya dengan bermodalkan dukungan finansial kuat. Pendidikan formal bagi startup founder sangat dibutuhkan.

"Mereka tidak cukup hanya dibekali pengetahuan pemasaran dan keuangan, tapi juga pelatihan yang dibutuhkan oleh seorang entrepreneur, yaitu keuletan, risk taking dan integritas,” jelas Hari.

Indria Handoko, Graduate Program Director Universitas Prasetiya Mulya mengatakan, dalam merilis program MM terbaru ini, pihaknya menggunakan pendekatan komprehensif atau "well-rounded approach".  "Pendekatan ini merupakan kombinasi dari tiga hal, yakni akademik dan praktikal atau ‘action-based learning’, serta didukung dengan ekosistem entrepreneur," jelas Indria.

Pendekatan akademik didesain sebagai suatu pondasi untuk membentuk pola pikir yang terstruktur, yang akan dibutuhkan di dalam mengambil keputusan-keputusan, dan strategi untuk pengembangan dan pengelolaan suatu bisnis.

Program MM New Ventures Innovation diharapkan dapat membantu pelaku di industri startup dalam mengasah dan mengembangkan kemampuan pengelolaan bisnis, untuk tumbuh cepat di ekosistem usaha yang kompleks. “Melalui program ini, diharapkan para lulusannya nanti akan memiliki kemampuan dalam membuat bisnis startup dan mengembangkan bisnisnya secara eksponensial,” tutup Indria.


(CEU)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA