Jaga Pangan, Dahulukan Produk Petani Ketimbang Impor

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 21 May 2018 13:21 WIB
petaniketahanan panganswasembada pangan
Jaga Pangan, Dahulukan Produk Petani Ketimbang Impor
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo mengatakan dalam menjaga ketersediaan pangan harus mendahulukan produksi petani ketimbang impor. Pemerintah dinilai seringkali membeli harga impor lebih mahal ketimbang harga dari petani.

Pria yang kerap disapa Bamsoet ini menegaskan jika hal tersebut terus dilakukan maka dikhawatirkan banyak petani yang pindah haluan menjadi buruh.

"Beli dari importir Rp8.900, sedangkan dari petani Rp8.030, murah mana? Tapi tidak hanya harga murah yang didahulukan, kualitas juga perlu dilihat," ujarnya dalam Seminar Nasional Swasembada Pangan vs Impor, di Gedung BPK, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Ia menambahkan, keuntungan yang lebih kecil tapi kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi, terutama bagi petani domestik. Ketimbang mengandalkan untung lebih besar dari impor tapi kesejahteraan petani terancam. 

"Saya yakin petani kita bisa hasilkan produk berkualitas tinggi. Prinsipnya beli dalam negeri untuk kurangi kesenjangan sosial," tambahnya.

Oleh sebab itu, tegas dia, kebijakan impor dapat dilakukan jika produksi dalam negeri tidak mencukupi. Selain itu, pemerintah dapat saja melakukan impor beras namun tidak saat panen raya yang dapat berimbas pada kesejahteraan petani.

"Pemerintah dalam kebijakan impor harus transparan agar tidak menimbulkan spekulasi pada masyarakat," imbuhnya.

Pihaknya berharap Pemerintah dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Bulog memiliki satu pandangan yang sama untuk melakukan swasembada pangan.

DPR pun meminta selama Ramadan ketersediaan pangan terjamin, pihaknya akan meninjau ke gudang-gudang Bulog dan pasar untuk melihat ketersediaan pangan terutama beras.

"DPR akan siap mendukung swasembada pangan dengan anggaran," tutupnya.

 


(AHL)