Aryaputra Minta Bursa Suspensi Saham BFI Finance

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 09 Aug 2018 11:23 WIB
bfi finance indonesia
Aryaputra Minta Bursa Suspensi Saham BFI Finance
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: PT Aryaputra Teguharta (PTAPT) meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menunda aksi korporasi PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) yang berencana melepas saham sebanyak 2,98 miliar saham ke investor asing. Permintaan tersebut lantaran BFI Finance sedang berperkara hukum.

Kuasa hukum Aryaputra Teguharta, Asido M Panjaitan mengatakan, hasil keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menetapkan Aryaputra Teguharta sebagai pemilik 32,32 saham BFI Finance seharusnya bisa dipertimbangkan oleh bursa dengan menunda aksi korporasi tersebut.

"BEI sebagai penyelenggara bursa harus melakukan suatu tindakan nyata untuk menindaklanjuti penetapan penundaan ini seperti delisting atau suspensi atas saham BFI Finance dari lantai bursa," kata Asido, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Penetapan penundaan oleh PTUN pada 19 Juli 2018 terhadap Menkumham dan BFI Finance memberikan dampak pada aksi korporasi BFI Finance. Dengan diterbitkannya penetapan penundaan itu memberi konsekuensi lebih lanjut pada susunan pemegang saham dan struktur permodalan BFI Finance.

Susunan itu kembali kepada keadaan sebelum dilakukannya pengalihan 32,32 persen saham dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh pada BFI Finance milik Aryaputra yang dilakukan secara melawan hukum oleh BFI Finance di 2001 lalu.

Berdasarkan Akta Nomor 74 tanggal 25 Juni 1999 sebagaimana telah disetujui Menkumham berdasarkan Persetujuan Nomor: C-12.640.HT.01.04.TH.99 tertanggal 8 Juli 1999 merupakan akta dan persetujuan Menkumham yang saat ini berlaku selama penetapan penundaan belum dicabut atau sampai adanya putusan pengadilan dalam perkara ini yang berkekuatan hukum tetap.

Dalam akta tersebut, dapat diketahui bahwa Aryaputra tercatat sebagai pemilik sah atas saham-saham 32,32 persen. Sebagai bentuk tindak lanjut atas diterbitkannya penetapan penundaan itu, Menkumham juga telah melakukan tindakan pemblokiran profil perusahaan dan Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH).

Dengan diblokirnya SABH BFI Finance maka tidak ada satu pihak yang dapat melakukan aksi korporasi terkait BFI Finance, termasuk rencana konsorsium Trinugraha Capital & CO SCA sebagai pihak yang mengklaim sebagai pengendali 42,80 persen saham di BFI Finance untuk menjual sahamnya kepada para calon investor (private equity firms).

"Penetapan penundaan secara yuridis merupakan suatu penetapan yang bersifat mengikat dan mempunyai kekuatan hukum yang berlaku secara hukum yang wajib untuk dipatuhi oleh pihak-pihak terkait termasuk BEI, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Lembaga Penunjang Pasar Modal lainnya serta masyarakat pada umumnya," jelas Asido.

Menurut Direktur BFIN Sudjono Trinugraha akan menjual sahamnya sebanyak 2.977.912.340 unit ke Compass Banca SPA yang merupakan anak usaha Mediobanca. "Sedangkan sebanyak 1.646.000 unit ke Star Finance SRL," kata Sudjono, dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI.

Sementara itu, manajemen Mediobanca induk usaha Compass Banca SPA dalam siaran persnya menyampaikan, pembelian sebesar 19,9 persen dari total saham BFI Finance sebagai jembatan untuk masuk ke sektor keuangan Indonesia.

Menurut Asido rencana penjualan saham sebanyak 19,9 persen itu sebagai akal-akalan BFI Finance untuk menghindari ketentuan pasar modal dengan alasan tidak terjadi perubahan pemegang saham pengendali. Jika rencana pembelian saham sebanyak 19,9 persen saham itu tetap dipaksakan maka terdapat prinsip hukum caveat emptor.

"Prinsip tersebut menghendaki calon pembeli harus beritikad baik. Maka, sebelum membeli saham-sahamnya sudah tahu bahwa BFI Finance sedang dalam sengketa. Tentu, tidak bisa dikatakan bahwa Compass Banca SPA adalah pembeli yang beritikad baik, karena akan berhadapan dengan konsekuensi hukum," tutur Asido.

Dengan demikian, lanjut dia, Aryaputra akan melakukan tindakan hukum meminta pertanggungjawaban terhadap semua pihak terkait. "Jika Compass Banca SPA merupakan real investor yang independen dan memiliki kredibilitas internasional, sudah pasti mereka tidak akan mau main tabrak dengan mengabaikan sengketa hukum," pungkas Asido.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA