Penyerapan Anggaran Pemkot Jaksel Terburuk

Nur Azizah    •    Selasa, 02 Oct 2018 15:30 WIB
pemprov dkianggaran
Penyerapan Anggaran Pemkot Jaksel Terburuk
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Rapor penyerapan Pemerintah Kota Jakarta Selatan paling buruk di antara lima pemerintah kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyampaikan dari enam kegiatan hanya satu yang terealisasi.

Itu pun progres realisasinya masih sangat rendah yakni 2,82 persen. Kegiatan itu yakni pembangunan kantor Lurah Karet dengan anggaran Rp6,97 miliar.

Sementara lima kegiatan yang gagal terlaksana yakni rehabilitasi total rumah dinas Lurah Kalibata sebesar Rp1,28 miliar, pembangunan rumah dinas Camat Pesanggrahan Rp2,05 miliar, dan pembangunan kantor Camat Mampang Prapatan Rp19,52 miliar. Ada juga rehabilitasi total rumah dinas Camat Cilandak Rp1,2 miliar dan rehabilitasi Bangunan untuk kelurahan Kuningan Timur sebesar Rp3 miliar.

"Jaksel ini rapornya jelek sekali. Renovasi kantor Camat Mampang Prapatan gagal, kemudian renovasi kelurahan Kuningan Timur gagal lelang dia. Semuanya gagal," kata Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Oktober 2018.

Baca: Pemkot Jaksel Tak Prioritaskan Perbaikan JPO

Saefullah kecewa dengan kinerja Wali Kota Jakarta Selatan. Ia menyampaikan bila mereka tak mampu menjalankan program tak perlu mengusulkan. "Ini kan pekerjaan ini bukan top down, tapi buttom up. Mereka yang mengusulkan dan minta anggaran, tapi kok enggak dikerjakan," ungkap dia.

Baca: DPRD DKI Nilai Pemprov Gagal Menyerap Anggaran

Saefullah juga mengkritik kinerja aparatur di Pemkot Jaksel yang lambat. Pasalnya, sejak APBD turun, lelang tak buru-buru dilakukan.

"Padahal APBD kita dari Januari. Seharusnya Januari sudah bisa lelang. Bahkan saat KUA-PPAS Desember sudah bisa lelang. Kenapa baru ribut begini hari? Saya sayangkan kinerja seperti itu," pungkas dia

Hingga awal Oktober 2018, serapan anggaran Pemprov DKI Jakarta belum mencapai 50 persen. Kendati begitu, Saefullah tetap optimis anggaran bisa terserap 86 persen di sisa waktu tiga bulan.


(YDH)