NEWSTICKER

Industri Tekstil di Indonesia Diterpa Badai PHK

8 November 2022 17:17

Belakangan ini pabrik tekstil menjadi perbincangan di Indonesia. Pasalnya, saat ini sedang terjadi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara masal. Hal ini akibat dari adanya perlambatan ekonomi dan lonjakan inflasi di negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok.

Sementara itu, Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, kinerja industri tekstil dan manufaktur di dalam negeri sedang menguat sepanjang kuartal tiga 2022.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia Redma Gita Wirawasta menjelaskan, PHK yang terjadi di industri tektisl tidak hanya disebabkan oleh inflasi di luar negeri tetapi juga peran pasar domestik yang dipenuhi barang impor.

"Ada dua faktor utama penyebab PHK yang terjadi di industri tekstil, yang pertama, adanya inflasi yang terjadi di beberapa negara tujuan ekspor dan yang kedua pasar dalam negeri kita terlalu banyak diisi barang impor pada awal kuartal tiga 2022," ujar Redma Gita Wirawasta.

Menurut Gita, untuk mengatasi permasalahan PHK yang ada di industri garmen pemerintah harus turun tangan. Gita mengatakan, yang bisa mengintervensi pasar terkhusus di pasar domestik saat ini pemerintah bukan produsen.

"Perlu adanya intervensi dari pemerintah, kami agak sulit jika menyandarkan market ke pasar ekspor karena hal tersebut tidak bisa di kontrol. Pemerintah harus membenahi pasar domestik agar barang-barang impor tidak merajarela," ujar Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia Redma Gita Wirawasta.

Selain itu, Gita juga berharap kepada pemerintah untuk membekukan izin impor sampai dengan berakhirnya kuartal tiga 2022.

"Kami meminta kepada pemerintah terutama Menteri Perdagangan agar izin impor sampai dengan Desember 2022 debekukan dan juga kami meminta pengawasan terhadap para importir diperketat," pungkasnya.

Tag