NEWSTICKER

Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Mencakup 31 Tindak Pidana

27 January 2022 12:59

Setelah puluhan tahun diperjuangkan, akhirnya Indonesia-Singapura memiliki ikatan kerjasama ektradisi terhadap buronan aparat penegak hukum. Mekanisme ekstradisi antara dua negara ini berlaku surut (retroaktif) hingga 18 tahun ke belakang dan mencakup 31 tindak pidana yang di antaranya adalah kasus pencucian uang, suap, korupsi, kejajahatan perbankan, terorisme dan pendanaan terorisme. 

Klausul penting lain dalam perjanjian kerjasama ini adalah penentuan status kewarganegaraan si buronan. Di dalam dokumen kerjasama disebutkan bahwa penentuannya didasarkan kepada waktu tindak pidana berlangsung, bukan ketika prosesnya berlangsung. Klausul ini merupakan langkah antisipasi terhadap hak-hak khusus si buronan yang diperoleh dari kewarganegaraan yang baru.