NEWSTICKER

Eks Presiden ACT Ahyudin Divonis 3,5 Tahun Penjara

24 January 2023 22:07

Pendiri sekaligus mantan presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin divonis 3,5 tahun penjara. Ahyudin dinyatakan terbukti melakukan penyelewengan dana donasi dari Boeing untuk keluarga ahli waris korban kecelakaan Lion Air JT610, Selasa (24/1/2023).

Dalam kasus ini, Yayasan ACT telah menggunakan Boeing Financial Assistance Fund (BFAF) sebesar Rp117 miliar dari dana yang diterima yaitu Rp138 miliar. Namun, dana bantuan yang didedikasikan untuk keluarga korban hanya diimplementasikan sebesar Rp20 miliar oleh yayasan ACT. Tindakan Ahyudin dilakukan bersama-sama dengan Presiden ACT periode 2019-2022, Khajar, dan eks Vice President Operational ACT, Hariyana Hermain.

Dalam menjatuhkan putusan, hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan maupun meringankan. Hal memberatkan yakni perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat luas, dan dianggap telah menyalahgunakan dana BCIF.

Sedangkan hal meringankan, yakni terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatannya, mempunyai keluarga dan belum pernah dihukum. 

Vonis Ahyudin diduga lebih rendah dibanding dengan tuntutan jaksa, yaitu empat tahun penjara. 

Sebelumnya, Hakim PN Jaksel membacakan vonis terhadap tiga terdakwa mantan petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) yakni Ahyudin, Ibnu Khajar dan Hariyana Binti Hermain, Selasa (24/1/2023),