NEWSTICKER

Kasus 4 Jasad Mengering di Kalideres, Ahli Sosiologi: Korban Bukan Penganut Sekte Tertentu

9 December 2022 16:23

Empat orang yang jasadnya ditemukan di Kalideres, Jakarta Barat, dipastikan bukan pengikut sekte atau kepercayaan tertentu. Mereka juga tidak menjalankan ritual tertentu sebelum meninggal dunia.

Demikian kesimpulan hasil pemeriksaan dan analisa terhadap barang-barang bukti kasus tersebut dari sisi sosiologi keagamaan. Kesimpulan dipaparkan pakar sosiologi Prof. Jamhari di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022). 

"Tidak menunjukkan ada sekte tertentu atau penganut akopalistik. Mereka adalah orang wajar dan normal," ungkapnya.

Berdasar hasil analisanya terhadap buku-buku lintas agama di lokasi penemuan empat jenazah pada 10 Nopember 2022, menurut Prof. Jamhari isinya sangat umum dan tidak spesifik tentang ritual tertentu. Semua buku agama Islam, Kristen dan Budha termasuk buli-buli (lonceng kecil) tersebut beredar luas di pasaran. 

Sedangkan temuan tulisan-tulisan dalam huruf Arab yang sempat diduga sebagai mantera, ternyata petikan dari ayat dalam Al Quran. Di antaranya adalah dari surah Yusuf yang adalah bagian dari doa untuk untuk melancarkan jodoh, meningkatkan wibawa dan kekuatan bathin dalam mengarungi kehidupan. 

"Tapi itu tidak ada yang istimewa. Semua orang juga melakukan itu," jelasnya.

Kesimpulan hasil analisa sosiologi tersebut sejalan dengan kesimpulan psikologi forensik terhadap profil korban bernama Budyanto Gunawan (68). Diketahui bahwa paman dari korban bernama Dian Febbyana (42) tersebut sejak dahulu tertarik laku spiritual yang menjurus praktek klenik. 

Hasil pemeriksaan forensik menyimpulkan Budyanto Gunawan adalah korban meninggal ke tiga dan akibat serangan jantung. Dian Febbyana meninggal paling terakhir akibat infeksi pernafasan. 

Sedangkan korban meninggal paling awal adalah Rudyanto Gunawan (71) disusul Reny Margaretha Gunawan (68). Dua orang tua Dian Febbyana tersebut masing-masing meninggal dunia akibat sakit pencernaan dan kanker payudara.

"Seluruh kematian terjadi natural. Sehingga ditepis dugaan karena ajaran sekte tidak makan dan minum," jelas ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani yang kesimpulannya menguatkan temuan hasil pemeriksaan tim dokter forensik.