NEWSTICKER

Tag Result: brigadir j

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (2)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (2)

Breaking News • 18 days ago brigadir J

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (4)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (4)

Breaking News • 18 days ago brigadir J

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (3)

Chuck Putranto & Irfan Widyanto Bersaksi di Sidang Arif Rachman (3)

Breaking News • 18 days ago brigadir J

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Chuck Putranto dan Irfan Widyanto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Arif Rachman, Kamis (12/1/2023).

Terdapat dua sidang yang akan digelar secara bersamaan, yang pertama dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rahman Arifin dan yang kedua dengan terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto.

Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, dan Arif Rachman Arifin didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (7)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (7)

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

Tangisan Putri Candrawathi Pecah saat Ditanya Peristiwa di Magelang

Tangisan Putri Candrawathi Pecah saat Ditanya Peristiwa di Magelang

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Hakim mencecar Putri Candrawathi seputar peristiwa pelecehan di Magelang. Istri eks Kadiv Propam itu menangis di persidangan saat mengingat kembali peristiwa tersebut, Rabu (11/1/2023).

Hakim Wahyu Iman Santono menanyakan sejumlah pertayaan soal peristiwa pelecehan  yang dialaminya di Magelang. Putri Candrawathi menjawab sambil berusaha mengingat kembali kronologi peristiwa tersebut. Namun, dirinya tiba-tiba menangis saat menyebut nama Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Bigadir J.

Dalam persidangan, Putri menceritakan bagaimana kronologi yang disebut sebagai pelecehan tersebut terjadi. Hingga akhirnya dirinya tak sadarkan diri, dan ditolong oleh Susi, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal.

Setelah itu, Putri Candrawathi juga menceritakan, dirinya sempat meminta Brigadir J untuk mengundurkan diri sebagai ajudan Ferdy Sambo, dan kembali sebagai anggota Bareskrim. Namun, Brigadir J hanya meminta maaf dan mohon ampun.

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (4)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (4)

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

 Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (3)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (3)

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (2)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (2)

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (1)

Putri Candrawathi Diperiksa sebagai Terdakwa (1)

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar, Rabu (11/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Putri Candrawathi sebagai terdakwa. 

Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Persidangan secara terbuka itu akan digelar pukul 09.30 WIB.
 
Putri Candrawathi didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama empat terdakwa lainnya, yakni Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Pada perkara tersebut, mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Pada terdakwa terancan hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara.

Sidang Pembacaan Tuntutan Richard Eliezer Ditunda

Sidang Pembacaan Tuntutan Richard Eliezer Ditunda

Breaking News • 19 days ago brigadir J

Sidang pembacaan tuntutan Richard Eliezer sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, ditunda hingga pekan depan. Jaksa menyebut, saat ini tuntutan Richard Eliezer belum selesai disusun, Rabu (11/1/2023).

Wakil Ketua LPSK memaklumi jika sidang tuntutan harus ditunda pekan depan. Menurutnya, selain waktu sidang yang cukup panjang, terdapat banyak keterangan berbagai pihak yang harus disimpulkan.

"Jaksa membutuhkan waktu untuk mengakumulasi seluruh keterangan dan menjatuhkan tuntutan ke Bharada E," ujar Wakil Ketua LPSK, Erwin Patogi.

LPSK berharap, dengan diberinya waktu tambahan satu minggu, Jaksa dapat memperhatikan dan membuat kesimpulan yang objektif berdasarkan fakta persidangan. Edwin Partogi menyebut, Richard Eliezer selaku JC, ada tiga kemungkinan yang akan diterima, hanya dipidana percobaan, dapat pidana khusus, bahkan dipidana dengan hukuman yang paling ringan.

Selain itu, Edwin menghargai tuntutan yang diberikan Hakim dan Jaksa kepada Richard Eliezer. Namun, dirinya hanya meminta Jaksa yakin untuk memberikan tuntutan tersebut.

Hari ini Richard Eliezer Hadapi Tuntutan Jaksa

Hari ini Richard Eliezer Hadapi Tuntutan Jaksa

Headline News • 19 days ago brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali digelar di PN Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2023). Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dihadirkan untuk mendengarkan tuntutan jaksa.

Richard Eliezer sebelumnya telah dipanggil sebagai terdakwa pekan lalu. Kini, dirinya akan mendengarkan tuntutan. Sidang diagendakan pukul 09.30 WIB di ruang sidang utama, yakni ruang Oemar Seno Adji.

Sementara itu, Putri Candrawathi juga akan menjalani sidang sebagai terdakwa usai jaksa bacakan tuntutan Richard Eliezer. Sidang Putri Candrawathi berpotensi digelar secara tertutup jika terdakwa memberikan detail kronologi pelecehan di Magelang.

Diketahui, Richard Eeliezer dan Putri Candrawathi serta tiga terdakwa lainnya melakukan pembunuhan berencana terhadap brigadir J. Akibatnya, mereka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau maksimal 20 tahun.

Ferdy Sambo Ngaku Salah dan Menyesal atas Perbuatannya

Ferdy Sambo Ngaku Salah dan Menyesal atas Perbuatannya

Breaking News • 20 days ago brigadir j

Ferdy Sambo mengungkapkan penyesalannya atas pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di pengujung sidang, Selasa (10/1/2023). Ferdy Sambo menyesal lantaran emosi telah menutup logikanya.

"Saya sampaikan penyesalan ini kepada keluarga korban, dan seluruh terdakwa yang terlibat," ucap Ferdy Sambo.

Selain itu, Ferdy Sambo juga menyampaikan penyesalan dan maaf kepada Presiden Joko Widodo, lantaran telah menyita waktu untuk mengurusi kasusnya.

Tak lupa, Ferdy Sambo meminta maaf kepada anggota Polri yang juga dilibatkan dalam kasus pembunuhan tersebut. Karena ulahnya, beberapa anggota Polri harus diproses secara hukum, bahkan membuat citra Polri buruk di mata masyarakat.

Diakhir sidang, Ferdy Sambo hanya berharap Hakim dapat menilai perkara tersebut dengan bijak dan objektif kepada seluruh terdakwa. Tuntutan Ferdy Sambo dan empat terdakwa lainnya akan dibacakan pekan depan.

Ferdy Sambo Diperiksa Sebagai Terdakwa (10)

Ferdy Sambo Diperiksa Sebagai Terdakwa (10)

Breaking News • 20 days ago brigadir j

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali bergulir di PN Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Ferdy Sambo sebagai terdakwa.

Dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, sidang Ferdy Sambo digelar di Ruang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji, SH, pukul 09.30 WIB.

Sebelumnya, hakim rampung memeriksa tiga terdakwa lainnya, yakni Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Hakim telah menjadwalkan pembacaan tuntutan bagi ketiga terdakwa tersebut. Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi juga akan menghadapi tuntutan usai pemeriksaannya rampung.

Diketahui, lima terdakwa tersebut melakukan pembunuhan berencana terhadap brigadir J. Akibatnya, mereka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, Ferdy Sambo juga didakwa menghalangi penyidikan dalam perkara pembunuhan berencana tersebut, dan dijerat pasal berlapis.

Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

Pembuktian Kubu Ferdy Sambo Soal Pelecehan Seksual PC Dinilai Melantur

Pembuktian Kubu Ferdy Sambo Soal Pelecehan Seksual PC Dinilai Melantur

Kontroversi • 20 days ago Brigadir J

Pengacara Keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak mengungkapkan bahwa motif dalam pembunuhan berencana Brigadir J sudah jelas adanya. Martin menilai, pembuktian dari kubu Ferdy Sambo sangat melantur, mulai dari kasus pelecehan seksual PC hingga foto almarhum Brigadir J di tempat hiburan malam.

"Kalau kita kaitkan dengan dalilnya si Febri ini, yang mengatakan ada pemerkosaan, sayangnya sudah rontok, karena tidak ada visum," ujar Martin Lukas.

"Dari 35 bukti yang mereka sampaikan apa, foto pergi ke kelab malam, yang tidak ada hubungannya," tambahnya Martin.

Sebelumnya, kubu Ferdy Sambo menyerahkan 35 bukti yang meringankan di persidangan pembunuhan berencana Brigadir J. Salah satu buktinya, yakni foto Brigadir J yang sedang berada di tempat hiburan malam.

Adapun bukti tersebut diperlihatkan di dalam persidangan dan langsung diterima oleh hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim Cecar Ferdy Sambo Soal Kebenaran Pelecehan Putri di Magelang

Hakim Cecar Ferdy Sambo Soal Kebenaran Pelecehan Putri di Magelang

Breaking News • 20 days ago brigadir j

Hakim terus mempertanyakan kebenaran peristiwa pelecehan tersebut kepada Ferdy Sambo di persidangan, Selasa (10/1/2023). Hingga kini, hanya Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang mengetahui peristiwa tersebut.

"Kami bingung, dari para terdakwa, mereka tidak ada yang mengetahui peristiwa (pelecehan) tersebut," ujar Hakim.

"Istri saya tidak akan berbohong terkait peristiwa seperti itu, apa gunanya," jawab Ferdy Sambo.

Menurut Ferdy Sambo, dirinya juga sempat meminta pertanggungjawaban kepada Ricky Rizal atas peristiwa di Magelang tersebut. Sejatinya, Ricky Rizal diamanatkan untuk mengamankan rumah di Magelang.

Selain itu, Dirinya juga mengaku pernah meminta Ricky Rizal untuk menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tetapi ditolak. Usai perintahnya ditolak, Ferdy Sambo memberi perintah yang sama kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) dan dilaksanakan.

Sambo: Kejadian di Magelang Lebih Fatal dari Pelecehan

Sambo: Kejadian di Magelang Lebih Fatal dari Pelecehan

Breaking News • 20 days ago brigadir j

Ferdy Sambo diperiksa sebagai terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di PN Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023). Dalam sidang tersebut, Sambo bersikeras mengatakan ada pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

"Saya mengetahui saat istri saya kembali dari Magelang," ujar Ferdy Sambo.

Berdasarkan keterangan Ferdy Sambo, dirinya sempat mendapat telepon dari Putri Candrawathi pada 7 Juli, tepat sehari sebelum kepulangan istrinya dari Magelang. Dalam komunikasi seluler tersebut, Putri Candrawathi sambil menangis menceritakan bahwa Brigadir J masuk ke dalam kamar secara tiba-tiba. Namun, dalam pernyataan Ferdy Sambo, istrinya enggan menceritakan dengan jelas.

"Istri saya menelepon jam 11 malam sambil menangis dengan suara berbisik-bisik," lanjut Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo yang mendengar kabar tersebut, berinisiatif untuk menjemput Putri Candrawathi ke Magelang. Namun, inisiatif tersebut ditolak oleh Putri Candrawathi dengan alasan keselamatan dirinya. Selain itu, Sambo juga menjelaskan bahwa istrinya meminta untuk tidak menghubungi ajudan yang lain.  

Setibanya di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Putri Candrawathi menceritakan peristiwa yang terjadi di Magelang. Sambo yang mendengarkan cerita tersebut mengaku emosi dan marah karena tak menyangka istrinya mengalami kejadian yang lebih fatal dari pelecehan seksual. 

"Istri saya menceritakan kejadian di Magelang yang bukan pelecehan, tapi lebih fatal dari itu Yang Mulia." ungkap Sambo.
 

Ferdy Sambo Diperiksa Sebagai Terdakwa (1)

Ferdy Sambo Diperiksa Sebagai Terdakwa (1)

Breaking News • 20 days ago brigadir j

Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J kembali bergulir di PN Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023). Sidang beragendakan pemeriksaan Ferdy Sambo sebagai terdakwa.

Dilansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, sidang Ferdy Sambo digelar di Ruang Utama Prof. H. Oemar Seno Adji, SH, pukul 09.30 WIB.

Sebelumnya, hakim rampung memeriksa tiga terdakwa lainnya, yakni Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Hakim telah menjadwalkan pembacaan tuntutan bagi ketiga terdakwa tersebut. Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi juga akan menghadapi tuntutan usai pemeriksaannya rampung.

Diketahui, lima terdakwa tersebut melakukan pembunuhan berencana terhadap brigadir J. Akibatnya, mereka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Sementara itu, Ferdy Sambo juga didakwa menghalangi penyidikan dalam perkara pembunuhan berencana tersebut, dan dijerat pasal berlapis.

Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Debat Pengacara Brigadir J dan Kubu Sambo soal Hubungan Yosua-Putri

Debat Pengacara Brigadir J dan Kubu Sambo soal Hubungan Yosua-Putri

Kontroversi • 22 days ago brigadir j

Hubungan yang terjalin antara Brigadir J dengan Putri Candrawathi masih diperdebatkan. Pihak Putri menyatakan bahwa Brigadir J hanya sebatas sopir pribadi. Namun, banyak jejak digital yang membuktikan bahwa hubungan mereka lebih dari itu.

"Apa kata Putri terhadap Yosua 'dia hanya supir saya' padahal ada jejak digital yang mengatakan bahwa dia lebih dari itu," ujar Pengacara Brigadir J, Martinus Lukas Simanjuntak.

Pakar Psikologi: Tragedi di Duren Tiga Dipastikan Pembunuhan Berencana

Pakar Psikologi: Tragedi di Duren Tiga Dipastikan Pembunuhan Berencana

Kontroversi • 23 days ago brigadir j

Skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo sudah dapat diyakinkan bahwa peristiwa pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang terjadi di Duren Tiga merupakan pembunuhan berencana. Pakar Psikolog mengatakan, Ferdy Sambo sudah merencanakan pembunuhan tersebut dengan matang.

"Orang yang melakukan pembunuhan dengan menggunakan racun, bom, dan menggerakkan orang lain, itu pembunuhan berencana," ujar Pakar Psikolog, Albert Aries, Kamis (5/1/2023).

Namun, kubu Sambo membantah pernyataan Aries tersebut dengan menyebut seluruh aspek pembunuhan berencana harus terpenuhi. Jika salah satunya tidak terpenuhi, menurutnya belum bisa dikatakan sebagai pembunuhan berencana.

Debat CCTV antara Kubu Sambo dengan Pengacara Brigadir J

Debat CCTV antara Kubu Sambo dengan Pengacara Brigadir J

Kontroversi • 23 days ago brigadir j

Persoalan rekaman CCTV rumah dinas Ferdy Sambo, hingga kini masih menjadi perdebatan oleh beberapa pihak, termasuk para pengacara terdakwa. Perusakan CCTV yang dilakukan oleh Ferdy Sambo untuk menghilangkan bukti pembunuhan.

"Saya berani bertaruh, Ferdy Sambo akan terjerat Pasal 340 KUHP," tegas Pengacara Brigadir J, Martinus Lukas Simanjuntak, Kamis (5/1/2023).

Pengacara Brigadir J yakin, bahwa perusakan CCTV tersebut disengaja, lantaran menurutnya, CCTV tersebut memiliki kualiatas yang sangat baik dan tidak akan mudah rusak jika disengaja.

Ferdy Sambo Mengaku Terlalu Percaya Diri saat Buat Skenario Tewasnya Brigadir J

Ferdy Sambo Mengaku Terlalu Percaya Diri saat Buat Skenario Tewasnya Brigadir J

Metro Hari Ini • 23 days ago brigadir j

Ferdy Sambo merasa percaya diri skenario tembak menembak yang ia susun dapat menutupi kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya dihadirkan sebagai saksi mahkota dalam sidang kasus obstruction of justice, Kamis (5/1/2023).

"Saya pikir dengan saya menembakkan senjata ke dinding, Perkap 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan, bisa digunakan," ujar Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo percaya, skenarionya tidak akan terbongkar lantaran ada rasa sungkan kepada dirinya. Mengingat, saat penembakan terjadi, Ferdy Sambo masih menjadi seorang Kadiv Propam.

Viral Video 'Bocorkan Vonis Sambo', Kredibilitas Hakim Wahyu Digoyang di Penghujung Sidang?

Viral Video 'Bocorkan Vonis Sambo', Kredibilitas Hakim Wahyu Digoyang di Penghujung Sidang?

Primetime News • 24 days ago Brigadir J

Persidangan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J berjalan semakin alot. Saat ini, telah beredar video berisikan pembicaraan Hakim Wahyu Iman Santoso soal vonis yang akan dikeluarkan. Komisi Yudisial pun akan meminta klarifikasi langsung dengan Hakim Wahyu untuk memastikan kebenaran video tersebut.

"Mungkin bahasanya bukan pemeriksaan ya, tapi kita akan melakukan pemanggilan dan meminta keterangan dengan hakim yang bersangkutan (Hakim Wahyu)," ujar Juru Bicara Komisi Yudisial, Miko Ginting.

Beredarnya video tersebut, membuat spekulasi beredar luas di masyarakat. Karena, dikhawatirkan adanya tindakan dari oknum untuk menganggu kredibilitas serta independensi seorang hakim dan mempengaruhi proses persidangan.

"Harusnya ada penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini, apakah ada upaya untuk membuat hakim menjadi tidak independen," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting.

Untuk diketahui, Hakim Wahyu merupakan hakim ketua dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J dengan salah satu terdakwanya ialah mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Dalam video itu, seseorang yang dinarasikan sebagai Wahyu tampak mengenakan baju batik dan celana abu-abu. Dalam video itu, orang yang disebut sebagai Hakim Wahyu mengatakan tidak butuh pengakuan dari Ferdy Sambo.

Sidang 3 Terdakwa Kasus Obstruction of Justice Dilanjutkan Pekan Depan

Sidang 3 Terdakwa Kasus Obstruction of Justice Dilanjutkan Pekan Depan

Headline News • 25 days ago Brigadir J

Majelis Hakim memutuskan untuk menunda sidang obstruction of justice untuk terdakwa Baiquni Wibowo, Cahuck Putranto,dan Irfan Widyanto dan akan dilajutkan 12 Desember 2023. 

Terdapat enam terdakwa kasus obstruction of justice yang semula dijadwalkan sidang hari ini. Namun, Majelis Hakim memilih untuk menuntaskan sidang untuk tiga terdakwa terlebih dahulu dan tiga terdakwa lainnya akan dilanjutkan pekan depan.

Ferdy Sambo dihadirkan sebagai saksi mahkota di sidang lanjutan obstruction of justice di PN Jaksel, Kamis (5/1/2023). Sambo bersaksi untuk tiga terdakwa, yakni Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rachman.

Diketahui, Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria didakwa lantaran merusak CCTV yang menyebabkan penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J terganggu.

JPU Hadirkan Sambo sebagai Saksi Mahkota di Sidang Obstruction of Justice

JPU Hadirkan Sambo sebagai Saksi Mahkota di Sidang Obstruction of Justice

Top News • 25 days ago Brigadir J

Sidang lanjutan kasus obstruction of justice kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J digelar di PN Jaksel, Kamis (5/1/2023). Ferdy Sambo akan menjadi saksi mahkota untuk terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rachman.

Ferdy Sambo sempat dijadwalkan untuk menjadi saksi mahkota untuk tiga terdakwa tersebut Desember lalu. Namun, hakim memutuskan untuk menunda pemeriksaan tersebut, dan baru dilaksanakan hari ini.

Majelis hakim akan merampungkan seluruh agenda sidang untuk tiga terdakwa tersebut. Diperkirakan, sidang kali ini akan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB. 

Sebelumnya, JPU mengagendakan sidang obstruction of justice kali ini, dilakukan di dua ruang sidang yang berbeda. Sejatinya, masing-masing ruang sidang diisi oleh tiga terdakwa. Namun, sidang untuk terdakwa Baiquni Wibowo, Chuck Purtanto dan Irfan Widyanto ditunda pekan depan.

Pakar Psikologi 'Angkat Topi' untuk Keberanian Ricky Rizal Tolak Perintah Sambo

Pakar Psikologi 'Angkat Topi' untuk Keberanian Ricky Rizal Tolak Perintah Sambo

Primetime News • 25 days ago Brigadir J

Ferdy Sambo sempat memerintahkan Ricky Rizal untuk menembak Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, namun perintah tersebut ditolak oleh Ricky Rizal lantaran dirinya tidak memiliki keberanian. Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri mengapresiasi terhadap penolakan tersebut.

"Saya angkat topi untuk keberaninannya" ujar Reza Indragiri di program Primetime News Metrotv, Kamis (5/1/2023).

Menurut Kuasa Hukum Ricky Rizal, Belan Dewangga Pribadi, kliennya merupakan seorang regident lalu lintas yang tidak memiliki kemampuan lebih untuk mengoperasikan senjata api. Selain itu, Belan juga mengungkapkan bahwa Ricky Rizal juga tidak memiliki mental yang kuat untuk membunuh.

Menurut Belan, Ricky Rizal merupakan orang yang memiliki loyalitas tinggi terhadap perintah, jika perintah tersebut bersifat positif. Ricky hanya melawan perintah yang melawan hukum.

Sejuta Cara Sambo agar Lolos dari Hukuman Mati

Sejuta Cara Sambo agar Lolos dari Hukuman Mati

Primetime News • 25 days ago Brigadir J

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J telah bergulir di Pengadilan selama dua bulan. Sejumlah fakta, drama hingga berbagai siasat dilakukan Ferdy Sambo untuk lepas dari jeratan hukum.

Setelah tragedi penembakan, Ferdy Sambo menyusun skenario untuk menutupi kejahatannya tersebut, salah satuya pembuatan BAP palsu soal perusakan CCTV. Seiring berjalannya waktu, skenario tersebut terungkap di pengadilan beserta fakta lainnya.

Ferdy Sambo akhirnya mengaku bahwa tidak ada tragedi tembak menembak di rumah dinasnya, Juli lalu. Namun, dirinya tetap berpegang teguh pada pendapatnya bahwa dirinya tidak pernah menyuruh Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E untuk menembak Brigadir J. Perintah 'hajar Chard' menurutnya bukanlah perintah untuk menembak.

Hingga kini, sejumlah pihak termasuk kuasa hukum Eliezer masih mempertanyakan rekaman CCTV lantai dua dan tiga yang hilang. Hakim sempat mencurigai rekaman tersebut tercecer, lantaran hanya teradapat dua titik dari total 53 titik CCTV.

Pihak PN Jaksel beserta para kuasa hukum terdakwa, melakukan kunjungan ke rumah Ferdy Sambo, Rabu (4/1/2023) kemarin. Seluruh pihak benar melihat ada CCTV di lantai dua dan tiga rumah tersebut, tetapi rekamannya tidak ada.

Kuasa Hukum Sambo berdalih, rekaman CCTV tersebut sudah diamankan oleh penyidik. Namun, berdasarkan keterangan ahli digital forensik yang sempat dihadirkan beberapa waktu lalu, penyidik menerima rekaman tersebut sudah dalam bentuk flashdisk.

Majelis hakim akan diharapkan dengan keputusan sulit. Namun, hakim diharapkan dapat memberi keputusan yang tepat dalam perkara tersebut.

Sambo Taruh Senjata Api ke Tangan Kiri Brigadir J, Eliezer: Dia Tidak Kidal

Sambo Taruh Senjata Api ke Tangan Kiri Brigadir J, Eliezer: Dia Tidak Kidal

Metro Hari Ini • 25 days ago brigadir j

Richard Eliezer kembali dihadirkan di PN Jakarta Selatan sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Kamis (5/1/2023). Dalam persidangan Richard Eliezer mengatakan bahwa Brigadir J tidak kidal.

Dalam skenario yang disusun Sambo, dirinya meletakkan senjata di lengan kiri Brigadir J agar tampak bahwa tragedi tersebut seolah tembak-menembak, bukan pembunuhan. Namun hal tersebut dipatahkan oleh Richard Eliezer di persidangan siang tadi.

"Apakah korban (Brigadir J) kidal ?," tanya JPU kepada Eliezer

"Bukan Bapak," jawab Eliezer.

2 Ahli Pidana Jadi Saksi Meringankan di Sidang Lanjutan Ricky Rizal (3)

2 Ahli Pidana Jadi Saksi Meringankan di Sidang Lanjutan Ricky Rizal (3)

Breaking News • 26 days ago brigadir J

Sidang lanjutan kasus Brigadir J dengan terdakwa Ricky Rizal kembali di gelar di PN Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2023). Agenda persidangan kali ini menghadirkan dua saksi meringankan. 

Kedua saksi ahli pidana meringankan yakni dosen Hukum dari Universitas Tarumanegara Firman Wijaya dan dosen Hukum Universitas Surabaya Salahudin.

Kedua ahli mengurai pasal yang menjerat Ricky Rizal yakni Pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana serta Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang penyertaan yang didakwakan kepada para pelaku pembunuhan terhadap Brigadir J.

Ricky Rizal  menjadi terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Ia didakwa bersama lima terdakwa lainnya Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer dan Kuat Ma'ruf dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Sambo Bersiasat Lolos dari Dakwaan Pembunuhan Berencana Melalui Saksi Ahli?

Sambo Bersiasat Lolos dari Dakwaan Pembunuhan Berencana Melalui Saksi Ahli?

Primetime News • 27 days ago brigadir J

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hingga saat ini telah menghadirkan tiga orang ahli. Ketiga ahli yang dihadirkan oleh pihak Sambo, semuanya berbicara tentang pentingnya motif pada pembunuhan berencana, unsur ketenangan dalam perencanaan dan adanya pelecehan seksual.

Salah satu ahli pidana yang dihadirkan pihak Ferdy Sambo yang berbicara soal perencanaan yakni Said Karim. Ia mengatakan Ferdy Sambo membunuh Brigadir J saat kejiwaannya sedang tidak tenang, sehingga tidak memenuhi unsur pasal 340 KUHP.

"Semua laki-laki normal di dunia ini kalau mendengarkan kabar istrinya diperkosa saya yakin dan percaya dia pasti marah, kecuali dia tidak normal," ujar Said.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Martin Lukas mengatakan, marahnya seseorang itu bukan menjadi tolak ukur bisa atau tidaknya seseorang untuk melakukan suatu perencanaan.

Sementara itu, menurut Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Iriawan, sebetulnya mudah saja untuk membuktikan perencanaan dalam kasus ini.

"Direncanakan itu gampang kok, tidak perlu jauh-jauh ke Magelang. Pertama, di Duren Tiga kan disuruh isi barang (pistol) itu dan yang kedua sebelumnya itu ditawarkan untuk membunuh kepada Ricky. Cukup dua itu saja," ujar Asep dalam Primetime News, Metro TV, Selasa (3/1/2023).

Susno Duadji: Ferdy Sambo Bisa Bebas dari Tahanan 9 Januari

Susno Duadji: Ferdy Sambo Bisa Bebas dari Tahanan 9 Januari

Breaking News • 27 days ago brigadir j

Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji mengingatkan publik jangan larut dalam rencana pengacara tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo. Menurut Susno jika masa penahanan Sambo selesai pada (9/1/2023) dikhawatirkan mantan Kadiv Propam Polri itu bisa bebas.

"Kalau masa penahanan Sambo CS tidak diperpanjang secara istimewa, maka para terdakwa itu bisa bebas. Ini merupakan kesengajaan dari para pengacara Sambo CS agar para hakim, Jaksa dan publik terbawa oleh iramanya," ujar Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.

Pada 9 Januari mendatang merupakan batas akhir penahanan Sambo CS selama menjalani proses persidangan. Dikhawatirkan jika sudah melewati batas tersebut, maka Sambo CS akan bebas.

Masa penahanan Sambo CS telah genap 90 hari pada 9 Januari mendatang terhitung sejak 10 Oktober dalam rangka persidangan. Dalam pasal 26 (4) KUHAP disebut, setelah 90 hari walaupun perkara belum putus, terdakwa harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum.